Sabtu, 10 Desember 2016

Hijrah



Assalamu’alaikum.. Haii…

Kali ini aku mau bahas tentang Hijrah dan Kebahagiaan.
Bismillah.. Semoga Allah mengampuniku dengan ceritaku, dan selalu menuntun menjadi lebih baik.

*Note : mengandung isi agama. Mohon kebaikan untuk mengahargai isinya.*

--

Hijrah berasal dari bahasa arab yang berarti meninggalkan, menjauhkan dari sesuatu, dan berpindah tempat. 

Perintah berhijrah terdapat dalam beberapa ayat Al-Qur’an, antara lain: 
(Qs. Al-Baqarah 2:218).“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berhijrah di jalan Allah, mereka itu mengharpakan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan (Qs. At-Taubah, 9:20) 

Hijrahku berawal dari mencari kebahagiaan, rasa lelah, rasa sakit hati, stres sampai depresi. Aku mencari kebahagiaan (kebahagiaan di hati yang menetap dan rasa tenang) yang rasanya sulit aku dapatkan. Jangan salah sangka, alhamdulillah aku mempunyai keluarga yang lengkap, teman yang baik, sahabat yang selalu memberi hal positif, dan berkecukupan. Tapi bukan itu masalahnya, aku merasa di hati ini selalu ada yang kosong. Aku mudah merasa cemas, kecewa, berharap dan segala hal yang tidak sesuai dengan semua keinginannku. Aku melewati banyak cobaan dan rasa sakit, juga kebahagiaan. Tapi rasa kosong di hati dan air mata yang sering menetes buat aku lelah terus merasakannya. 
  
Jika kamu perempuan, pernahkah kamu merasa tidak di hargai orang lain? Pernahkah kamu merasa di rendahkan, di perlakukan tidak sopan? Atau pernahkah kamu di lecehkan orang lain atau lebih dari itu? aku pun mencari bagaimana menjadi perempuan yang bisa di hargai oranglain. Perempuan yang di jaga dan di jauhkan dari perlakuan buruk orang lain. Pernahkah kamu berfikir menjadi perempuan yang jauh dari di goda laki-laki, atau mereka yang kurang ajar memperlakukan buruk? 

Pernah dengan waktu yang cukup lama, aku menanamkan dalam fikiranku, aku harus seperti mayoritas. Entah cara berpakaian, cara makan, cara bicara, cara berkumpul dengan orang-orang, bahkan memaksakan aku harus mempunyai cara berfikir yang sama dengan semua orang. Karena mungkin mengikuti omongan semua orang adalah jalan keluar yang membebaskan dari beban apap kata oranglain. Dan jelas semua itu berakhir SANGAT LELAH ketika tidak bisa menjadi diri sendiriApapun yang ku fikir baik menurutku, selalu salah di mata manusia dan selalu di tuntut tanpa alasan yang masuk akal karena selera orang yang berbeda-beda. 

Aku menanamkan dalam fikiranku bahwa aku buruk, jelek, dan banyak tidak bersyukur. Kenapa? Karena apa yang aku lakukan selalu ada yang salah di mata orang lain, terlalu banyak menuntut dan di samakan, tidak menemukan dan sulit menjadi diri sendiri. Dan setelah itu mulailah aku sering sakit-sakitan, dan berakhir dengan sakit Steven Johson Syndrom, menurutku ini adalah puncak Allah menegurku dengan tamparan agak keras. Aku akan bercerita sedikit lagi tentang SJS (cerita SJS bisa di lihat di sini). Masa sakit itu aku dalam keadaan tidak sadar. Suatu hari aku bermimpi bertemu malaikat pencabut nyawa. Masa-masa aku kesulitan bernafas, tidak mendengar, tidak melihat, kemaluan sakit, dan lain-lain. Jadi mungkin saat itu jika Allah berkehendak mungkin sudah saat yang tepat saat aku tidak merasakan sakit apapun dan tidak sadar, aku bisa kehilangan nyawa. Dan saat alhamdulillah bisa membuka mataku, hal yang bisa ku ingat pertama adalah masa laluku. Aku menangis dalam hati. Disini aku tersadar, bahwa umur tidak pernah ada yang tahu, bahwa penyakit, bahkan kematian bisa datang kapan saja Allah kehendaki. Aku belum tentu mempunyai umur sampai tua, dan aku juga berfikir apa yang akan ku bawa jika saat itu aku mati?

Dan waktu berjalan melewati masa penyembuhan, sangat banyak orang mengingatkanku :

"ini adalah nyawa ke DUA mu. Jadilah lebih baik. Allah masih sayang padamu".

Maka aku bertekat menjadi lebih baik. Di saat itu alhamdulillah aku melewati titik IKHLAS tidak banyak emosi dan protes. Masa-masa aku pernah  merasa "mungkin lebih baik aku tidak bisa melihat lagi, jika mata ku tidak bisa ku gunakan dengan baik, atau menjadi tuli jika pendengaranku tidak ku gunakan dengan baik. Untuk apa aku bertubuh sempurna jika aku terus berdosa, sedangkan aku cacat menjadi lebih baik". Tapi Allah berkehendak lain, semua pikiranku SALAH! Hingga saat ini aku sadar bahwa Allah menyembuhkanku agar aku lebih baik, aku melihat lebih baik,  aku mendengar lebih baik. aku menutup tubuhku yang awalnya karena alasan malu berkulit buruk menjadi menutup aurat dengan lebih baik. Dan mempunyai fikiran yang jauh lebih positif.

Dan suatu hari di titik lemah ku yang paling ingin menyerah dan hanya menangisi hidup. Seakan mempunyai dua sisi, satu saat aku bisa menyembunyikannya dengan baik, dan satu sisi saat aku sendiri dan menghabiskan air mata sendirian. Aku sharing dengan seorang sahabatku yang in syaa Allah bisa ku percaya via telfon. Dan respon itu Maa Syaa Allah sangat membuatku bangkit dan memulai hidup baru yang berbeda. Responnya adalah (kurang lebih) :

"coba hitung seberapa banyak kebaikan dan nikmat dunia yang Allah kasih selama ini. Tulis dalam sebuah kertas atau buku. Hitung dan perbandingkan dengan kekecewaan yang di dapat."

"Coba ingat seberapa banyak sudah bersyukur dan berterima kasih dengan Allah dari setiap kebaikan yang diberi. Atau hanya serakah terus meminta."

Dan itu adalah sebagian besar respon sahabatku yang rasanya langsung tepat sasaran di fikiran dan hatiku.
- thank you rizka - 

Selesai kami mengobrol aku hanya bisa menangis keras di atas sajadah. Saat itu aku mulai pasrahkan segala urusanku pada Allah. Aku serahkan semua obsesi dan mimpi-mimpiku sesuai kehendak Allah. Untuk pertama kalinya aku bisa sholat dengan khusyuk dan ber air mata. Yang tidak pernah dan sudah aku lupakan bahwa Allah selalu ada tapi aku yang lari dan mencari alasan pergi dariNya. Akhirnya aku meutuskan MULAI BERHIJRAH. Memulai mengikuti apapun yang Allah perintahkan dan sunnah-sunnah Rasulullah ajarkan. Dengan prasangka bahwa Mereka lebih tau yang terbaik untuk ku dari pada yang aku anggap baik.

Aku awali dengan merubah penampilanku menjadi lebih syar'i. Awal pertama kali merubah menjadi baju jubah besar dan jilbab besar adalah seperti dulu pertama kali SMP aku ingin terus berjilbab (jilbab biasa). Dalam hati di depan cermin di kamarku, ku niatkan "apapun orang mau mencela, aku harus kuat. karena Allah sayang aku". Menjalaninya sangat banyak celaan dan hinaan seperti yang ku fikir. Tapi kuat niat saja tanpa terbiasa cukup buat aku sempat down, tapi tak apa aku kembali menguatkan diri.  Alhamdulillah mulai banyak teman di dekatkan untukku, sahabat-sahabat, dan orang-orang yang bisa mengajakku menjadi jauh lebih baik. Mulai mencari tahu kemana aku bisa mendapat ilmu lebih banyak, pertanyaan-pertanyaan yang selama ini aku pendam sendiri. Mulailah aku banyak pergi ke kajian-kajian. Aku pun banyak memilih dan memilah ustadz dan guru juga banyak memilah teman dan sahabat yang membawa kebaikan tidak hanya bisa jalan bareng dan ketawa-ketawa saja bergosip. Wallahu'alam aku langsung berkeinginan apa-apa ilmu yang hanya qolallahu wa qolla rasul (perkataan Allah dan perkataan Rasulullah). Sempat aku tak kuat iman, di awal berhijrah orang-orang terdekat yang ku harap mendukungku berhijrah setelah apapun yang aku lewati ternyata malah membuatku merasa seperti asing dan merasa tidak di terima. Semoga proses ini membawa ujung kebaikan dan peribahan yang baik.

Maa Syaa Allah aku menemukan beberapa orang di awal yang sangat membangkitkan hidupku, menyadarkan bahwa aku bersyukur untuk hidup, dan orang-orang yang selalu mengingatkan untuk kembali ke Allah. Seseorang yang selalu mengingatkan akhirat, berdzikir di waktu kosong dan setiap waktu, bersedih dan bahagia untuk tetap ibadah dan membaca Al-Qur'an untuk menenangkan hati. Dan itu semua yang memberiku kebahagiaan, bahwa kebahagiaan yang menghampiri dan mengikutiku dengan sendirinya.

Berhijrah dan melihat orang-orang yang sudah berhijrah, aku berfikir tentang masa lalu. Mungkin masa aku belum terlahir di dunia. Sedikit-sedikit aku bertanya pada yang lebih tua. "seperti apa dulu rasa dan kondisinya waktu sekitar tahun 70an dan 80an perempuan-perempuan mulai berjilbab sedangkan itu masih asing?" Dan jawabannya tepat seperti yang aku bayangkan. DIASINGKAN, dicaci, di hina, di hakimi. Tapi waktu berubah, ilmu bertambah, terknologi semakin modern. Dan DUNIA MENERIMA bahkan SEMAKIN TERSEBAR dan TERBIASA. Mungkin dulu orang yang terdepan yang menghina perubahan Islam sudah berjilbab bahkan lebih baik dari yang di hina. Jadi, kalau sekarang zaman berubah dan menjadi lebih baik dan kembali pada kebenaran dan bukan pembenaran, kenapa menghina?  

Disini aku menemukan kebahagiaan. Kebahagiaan dari hati ketenangan hati dan fikiran, senyuman yang aku menemukan ketulusan, kejujuran, kebenaran yang bukan hanya mencari pembenaran, sikap lembut tapi juga bersamaan dengan tegas bukan main-main. Aku akhirnya menemukan bagaimana akhirnya aku sebagai perempuan lebih di hargai, di hormati, dan tidak di lecehkan khususnya laki-laki tak bermoral. Aku banyak menjauhi laki-laki dan membatasi diri. Sadar banyak hal bahwa islam memuliakan perempuan. Perempuan terlalu berhaga apalagi menjadi objek bayang-bayang mesum otak menjijikan mereka. Semoga aku dipertemukan dengan lelaki kuat iman sampai akhir umurku dan di akhirat nanti.

Allah berfirman dalam al-qur'an :
"Wahai Nabi ! katakanllah kepada istri - istrimu, anak - anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka menutupkan jibabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal sehingga mereka tidak diganggu. Dan Alloh SWT Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang."

Untuk pertama kali yang sulit aku jelaskan aku jatuh cinta bukan dengan dunia dan se isinya. Alhamdulillah aku menemukan dalam islam yang aku percaya sebenar-benar islam. Aku menemukan nikmat dunia, nikmat hidup apapun yang saudah di lewati, dan juga nikmat Islam. Bukan apapun kelompok islam yang semakin banyak kelompok. Aku menemukan Islam yang kembali bahwa ISLAM HANYA SATU, Islam sesuai perintah Allah dan apa yang Rasulullah ajarkan. 

Disini bukan aku sama sekali tidak bersyukur dan tidak bahagia dengan apa-apa di dunia dan apa yang aku miliki. Hanya saja aku percaya setiap manusia selalu mencari jalan lebih baik dari sebelumnya dan mencari dimana kebahagiaan, mencari jawaban-jawaban yang mungkin berkelut di hati dan fikiran. Mencari kemana saat bahagia dan berpegangan saat dunia memburuk dan bahagia. Setiap hijrah mempunyai cerita. Tapi sama mencari jalan lebih baik.

Berhijah tidak hanya dengan berpindah seperti keluar kota atau keluar negri, tapi juga mengubah fikiran, menata hati, merubah penampilan, dan jelas bahwa itu semua membutuhkan waktu untuk bertahap, dan semangat kuat untuk merubah lebih mendahulukan Allah dari pada dunia. Berhijrah yang termudah adalah menutup aurat, bukan hanya menutup kepala dan menghiasnya, tapi juga menutup tubuh kalian dengan pakaian yang longgar, tidak ketat, menjaga malu, dan tidak berhias diri di depan banyak orang. 

Allah memerintahkan 

Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [an-Nûr/24:31]
”Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu…” (QS. Al-Ahzab: 33)
Jadi menutup aurat bukan hanya dengan menutup kepala dan segala hiasan. Bukan juga dengan berhias diri agar terlihat cantik bagi semua orang. cukuplah cantik untuk siapa-siapa mahram kalian.

Sami'na wa 'ato'na "kami dengar dan kami taat". Jadi kalau sudah ada perintah Allah dan di ajarkan Rasulullah jangan keburu di debat dan di tolak. Kita di beri fikiran dan logika untuk berfikir dan mencerna, tapi bukan berarti merasa lebih baik dan mencari kebeneran. Islam itu cukup berat dan banyak perintah dan larangan. Islam itu bukan seperti makanan bisa di pilih yang di suka aja dan di tolak yang tidak di suka. Lagipula tidak sendirian tapi selalu di tuntun Allah selama mendahulukan Allah lebih dulu. Kita juga di beri fikiran yang cerdas untuk mencerna, tapi beri kekosongan dulu gelasmu untuk menerima ilmu baru, bagaimana hidayah bisa di dapatkan jika gelas sudah di penuhi dan sudah merasa puas, cukup, dan sudah benar? Menerima ilmu juga harus diteliti ke benaran dalilnya bukan cuma menerima. Apa yg dari Allah dan Rasulullah adalah benar. Semoga kita di jauhkan dari hati yang keras menerima islam dan ilmu.

Hei orang-orang yang gemar mencela orang yang sedang berusaha hijrah dan taat, serius aku mau bertanya. Kalau menurut mu yang kamu anggap baik itu baik dan benar di ikuti, kenapa sikapmu kasar dan lidah mu tajam tidak seperti contoh yang di anggap benar? Kalau menurut mu sudah benar dan sudah cukup pintar, kenapa sikapmu keras bukannya semakin cerdas orang semakin merendah? Kalau kamu jago mencela, selalu membantah masukan dan ilmu baru, bagaimana mungkin orang disuruh mengikuti jadi seperti mu dan di paksa mengakui kamu pantas di contoh dan mengaku lebih baik?

Kalau dulu aku sangat sering patah semangat dan tidak punya semangat hidup karena terbatas dengan segala sakit dan tidak kemampuan dunia dan berakhir patah hati. Aku hanya berfikir jika semua harapan di dunia aku selalu terbatas dan tidak bisa membawa kebanggan di dunia ini dan segala kebanggaannya. Maka semoga aku masih bisa mengakhiri hidupku suatu hari nanti dengan di jalan Allah, bisa mengajak orang yang ku sayang ke akhirat dan ke surga. Jika aku tidak bisa mempunyai kekayaan berlimpah di dunia, semoga aku bisa membawa kebaikan yang cukup, dan membawa orang tersayang bersama-sama ke kebahagiaan abadi di sana.

Dengan berhijrah dan memperbaiki fikiran, hati, dan penampilan, In Syaa Allah kalian lebih dijaga dan terjaga, satu langkah lebih mudah untuk menjauhi dosa dan larangan-larangan Allah, karena sadar bahwa Allah selalu melihatnya, bahwa kita akan di minta pertanggung jawabannya. Dan bagi perempuan, tutuplah tubuhmu (wajibnya kecuali wajah dan telapak tangan) dan jaga auratmu. Dan jauhilah memasang fotomu di mana-mana. Sungguh perempuan, kalian sangat berharga dan tidak murahan untuk di lihat, di nikmati foto-foto dan tubuh kalian buat siapa saja. Dan kalian bukan objek untuk birahi di fikiran laki-laki tak bermoral. Perempuan di takdirkan menjadi fitnah dunia, yang artinya wajah kalian bagaimanapun bentuknya bisa menjadi bahan fikiran dan hayalan laki-laki yang bukan mahram kalian (bukan keluarga dan suami). Dan jika kalian hai perempuan sadar mempunyai wajah yang cantik atau bagaimanapun bisa menggoda hati dan pikiran laki-laki bukan mahram kalian (bukan keluarga dan suami) tutuplah wajah kalian agar kalian terjaga. (ada pada beberapa mahzab tentang menutup wajah). Sungguh jika kalian mengikuti yang Allah perintahkan dan Rasulullah ajarkan, kalian akan menjadi lebih baik dan terjaga. Sungguh penilaian Allah jauh lebih baik bagi kita.

Aku sebagai manusia biasa juga banyak melakukan kesalahan dan masih banyak berakhlak buruk. Tapi semoga aku, umat islam di manapun berada, dan kalian semua di jaga oleh Allah dan dari orang-orang dzalim dan jahat.
Sebelumnya, aku sebagai salah satu umat islam meminta maaf jika ada kalian yang tersinggung dengan kelakuan kami sebagai umat islam yang mungkin bersikap buruk dan jahat. Kami hanyalah manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan. Jangan benci agama kami, jangan hujat dan melakukan hal buruk pada agama kami. Cukup salahkan kami sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan, dan semoga kita semua menjadi lebih baik lagi.

Dan terakhir, tolong hargai kami sebagai umat muslim dan jangan lecehkan kami. Dan kami sebagai umat Islam semoga juga bisa menghormati dan menghargai kalian yang non-muslim. Tolong jangan hina kami dan permalukan kami, apalagi itu kalian lakukan hanya karena selera dan logika kalian saja. Serius! bahwa mencari kebahagiaan sebenar-benarnya itu sulit, bahwa melupakan masa lalu apapun itu dan melangkah maju itu sulit. Tolong hargai kami yang ingin berubah, atau setidaknya jadilah manusia yang diam jika tidak bisa berbuat baik.

Semoga kisah ku membawa kebaikan dan hikmah untuk kalian. Mohon maaf jika banyak tulisan tidak baik. Semoga kita semua menjadi lebih baik, fikiran, akhlak, Islam, dan dunia. Aamiin.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh.

Selasa, 21 Januari 2014

Karma

 Banyak orang yang mengartikan karma : saat ada hal sedih yg berbalik menimpa oranglain yang pernah menyakiti hati kita.

Dengan kata lain, sebut saja "mendoakan untuk BALAS DENDAM dengan cara alam".

----

Bagaimana bila mengganti kata karma sebagai "PELAJARAN HIDUP"? 

Coba lihat dengan cara pandang yang berbeda. Saat kita menyakiti oranglain dan suatu hari hal menyakitkan itu berbalik pada kita. Jadikan hal itu sebuah teguran dan pelajaran untuk lebih memahami kondisi dan perasaan orang lain. Belajarlah dari hal menyakitkan itu, dan bukan selalu mengeluh dan menaruh dendam.

----

Cobalah untuk selalu berkata hal yang baik tentang oranglain. Karna lidah bisa lebih tajam dari pedang.. Karena ucapan bisa menjadi doa.. Maka berdoalah yang baik dan balaslah dengan hal baik.. Karena mendoakan dan berkata buruk mungkin tidak menyelesaikan masalah. Cobalah untuk mengendalikan emosi dan mencari jalan keluar lebih baik.

Hidup ini berputar. Kadang bahagia, kadang juga membuat sedih. Hidup bukan tentang balas dendam dan saling menyakiti, tapi tentang belajar dari hal yang sudah berlalu dan lebih baik lagi dimasa depan dengan saling menyayangi.

Pelangi tidak akan muncul jika tidak ada hujan. Akan ada waktunya bahagia itu datang, walaupun harus melewati banjir air mata lebih dulu.

Kamis, 09 Januari 2014

Yang dekat tak ku sadari.

Entah langit berwarna biru, merah, kuning, atau oranye di sore tadi. Matahari perlahan tenggelam dan langit mulai gelap pekat. Aku hanya memandangi langit dan berdiam diri.


Kemudian aku tersadar dan meminta maaf dalam hati. Aku sungguh tak dapat melihatmu di pelupuk mataku, aku hanya peduli pada apa yang jauh dari jarak pandang mataku. Betapa tak bersyukurnya, tak sadar selama ini kau begitu dekat. 


"Mengapa harus bersedih pada perlakuan mereka yang hanya bisa menyakitimu? Tapi kau tak pernah peduli pada mereka yang benar-benar setia menemani apa adanya"


Dan- terimakasih untuk selalu ada~

Minggu, 05 Januari 2014

Dee - Hanya Isyarat

"... Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan."

Lirik :


Ku coba semua, segala cara
Kau membelakangiku
Ku nikmati bayangmu
Itulah saja cara yang bisa
Untuk kumenghayatimu
Untuk mencintaimu

Sesaat dunia jadi tiada
Hanya diriku yang mengamatimu
Dan dirimu yang jauh di sana
Ku tak kan bisa lindungi hati
Jangan pernah kau tatapkan wajahmu
Bantulah aku semampumu

(Rasakanlah)
Isyarat yang sanggup kau rasa
Tanpa perlu kau sentuh
(Rasakanlah) Harapan, impian,
Yang hidup hanya untuk sekejap
(Rasakanlah) Langit, hujan,
Detak, hangat nafasku

(Rasakanlah)
Isyarat yang mampu kau tangkap
Tanpa perlu kuucap,
(Rasakanlah) Air, udara,
Bulan, bintang
Angin, malam,
Ruang, waktu, puisi

Itulah saja cara yang bisa
Untuk menghayatimu
Untuk mencintaimu

Sabtu, 04 Januari 2014

Aku rindu

Tiba-tiba aku rindu padanya.
Kepada dia yang kini berada di lain dunia.

Bagaimana aku bisa menyebrangi lautan untuk mengampirimu dan menyampaikan rasa rindu?
Jika nyatanya aku tak bisa berenang dan tak kokoh dari terjangan ombak?

Seketika aku mati rasa saat kau tinggalkan aku sendiri dan pergi tak meninggal jejak.
Bahkan menanyakan hatiku saja tidak pernah kau tengok tak peduli sebelum kepergianmu.
Lalu aku hanya bisa menyimpan kesedihan dengan senyuman, dan menahan rasa cemburu dari kepergianmu.
Kau hanya pergi begitu saja kemudian hilang musnah segala ingatan di kepala.

Bagaimana aku bisa begitu yakin bahwa kau adalah pilar yang akan menguatkanku berdiri tegak bersama.
Jika belum berdiri saja, bangunan ini sudahlah musnah lebih dulu.
Bagaimana aku bisa menunggu masa itu datang dengan segala harapanku. 
Jika nyatanya kau tak ada lagi disini dan tak ada hati.

Aku bahkan tak tahu apakah doaku sampai padamu.
Aku pun tak tahu apakah kau pantas ku tunggu hingga akhirnya kira bertemu kembali. Karna sesungguhnya air mataku telah habis dari kehilanganku.
Apakah aku masih bisa menunggu masa itu dengan segala harapan kosong?

Aku tak bisa mengatakan janji jika aku tak yakin dapat memenuhinya.
Tapi yang pasti, aku tak bisa lari dan membohongi hatiku bahwa aku merindukanmu.

Selamat berjumpa kembali di lain masa. 
Jika saja Tuhan berkehendak, disana kau pasti tau hatiku. 
Semoga kau selalu berada di tempat kau selalu berbahagia.

Senin, 30 Desember 2013

Arah mana yang akan kau telusuri kali ini, Kapten?


Tidakkah kau lelah mencari serangkaian alasan dari kebohongan yang kau rasa?
Sesungguhnya kau telah berlabuh di dermaga rumahmu yang telah kau nanti selama sekian masa.
Tidakkah kau lelah untuk terus kembali lagi mencari hal samar-samar dalam ganasnya samudra?
Kau bahakan tak menyempatkan untuk memakan sarapanmu dan segera pergi tak tentu penjuru.
Kau tak pernah tahu kemana kau akan pergi berlabuh dari setiap kepergianmu.
Yang kau inginkan hanya pergi dari kejujuran hati, mencari hal samar dalam imajinasimu.
Kau bahkan tak berkemas dan membawa bahan pangan, lalu mengapa kau selalu terburu-buru?
Ini dunia yang gelap sayang, bahkan cenayang-pun tak selalu tepat membaca masa depanmu
Jika suatu hari aku pergi dari rumah ini dan membawa semua kenangan, bisakah kau simpan seluruh harta karun ini?
Semua upaya dan peluh yang kita tanam dan berbunga layu ini kau simpan disisa waktumu?
Waktuku tak banyak untuk menanti dari setiap kepergianmu.
Aku tak bisa terus berdiri terpaku di beranda rumahku untuk terus menanti hadirmu.

Sabtu, 28 Desember 2013

Melepaskan yang tidak perlu di perjuangkan~

"Bagaimana bisa aku masuk ke dalam hati yang nyatanya sudah berpenghuni?

Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja dibawa dari masa-masa yang sudah terlewati.

Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak akan mempersilakan aku duduk?


Pada akhirnya nanti, aku akan sampai pada titik di mana aku harus bangun dari segala mimpi.

Pada akhirnya nanti, aku harus menyadari bahwa ada hal-hal yang telah disediakan namun bukan untuk aku miliki.

Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanmu hingga letih, atau mempersiapkan diri untuk kemudian pergi.

Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat-saat di mana sudah tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan.


Bukankah tak ada artinya menunggu padahal kamu bukanlah untuk kutunggu?

Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak diperuntukkan bagiku?


Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki, itu artinya aku tidak ingin mempertahankan kamu lagi.

Ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin aku gapai.

Mungkin kita bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi.

Siapa tahu, kebahagiaanmu sudah Tuhan rancang di tangan orang lain.

Kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin.


Aku melepas kamu sebagai hati yang ingin aku pilih, dan kuharap bisa membuatnya pulih.

Namun kini, aku membiarkan kamu untuk berlabuh ke manapun yang kamu mau.

Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakan.


Mari pergi dari titik ini, dan cari bahagia kita sendiri.


Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku dapat menemukan jalannya yang sudah ditentukan.

Dialah jodoh yang telah ditentukan-NYA.

Insya Allah."