Selasa, 21 Januari 2014

Karma

 Banyak orang yang mengartikan karma : saat ada hal sedih yg berbalik menimpa oranglain yang pernah menyakiti hati kita.

Dengan kata lain, sebut saja "mendoakan untuk BALAS DENDAM dengan cara alam".

----

Bagaimana bila mengganti kata karma sebagai "PELAJARAN HIDUP"? 

Coba lihat dengan cara pandang yang berbeda. Saat kita menyakiti oranglain dan suatu hari hal menyakitkan itu berbalik pada kita. Jadikan hal itu sebuah teguran dan pelajaran untuk lebih memahami kondisi dan perasaan orang lain. Belajarlah dari hal menyakitkan itu, dan bukan selalu mengeluh dan menaruh dendam.

----

Cobalah untuk selalu berkata hal yang baik tentang oranglain. Karna lidah bisa lebih tajam dari pedang.. Karena ucapan bisa menjadi doa.. Maka berdoalah yang baik dan balaslah dengan hal baik.. Karena mendoakan dan berkata buruk mungkin tidak menyelesaikan masalah. Cobalah untuk mengendalikan emosi dan mencari jalan keluar lebih baik.

Hidup ini berputar. Kadang bahagia, kadang juga membuat sedih. Hidup bukan tentang balas dendam dan saling menyakiti, tapi tentang belajar dari hal yang sudah berlalu dan lebih baik lagi dimasa depan dengan saling menyayangi.

Pelangi tidak akan muncul jika tidak ada hujan. Akan ada waktunya bahagia itu datang, walaupun harus melewati banjir air mata lebih dulu.

Kamis, 09 Januari 2014

Yang dekat tak ku sadari.

Entah langit berwarna biru, merah, kuning, atau oranye di sore tadi. Matahari perlahan tenggelam dan langit mulai gelap pekat. Aku hanya memandangi langit dan berdiam diri.


Kemudian aku tersadar dan meminta maaf dalam hati. Aku sungguh tak dapat melihatmu di pelupuk mataku, aku hanya peduli pada apa yang jauh dari jarak pandang mataku. Betapa tak bersyukurnya, tak sadar selama ini kau begitu dekat. 


"Mengapa harus bersedih pada perlakuan mereka yang hanya bisa menyakitimu? Tapi kau tak pernah peduli pada mereka yang benar-benar setia menemani apa adanya"


Dan- terimakasih untuk selalu ada~

Minggu, 05 Januari 2014

Dee - Hanya Isyarat

"... Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan."

Lirik :


Ku coba semua, segala cara
Kau membelakangiku
Ku nikmati bayangmu
Itulah saja cara yang bisa
Untuk kumenghayatimu
Untuk mencintaimu

Sesaat dunia jadi tiada
Hanya diriku yang mengamatimu
Dan dirimu yang jauh di sana
Ku tak kan bisa lindungi hati
Jangan pernah kau tatapkan wajahmu
Bantulah aku semampumu

(Rasakanlah)
Isyarat yang sanggup kau rasa
Tanpa perlu kau sentuh
(Rasakanlah) Harapan, impian,
Yang hidup hanya untuk sekejap
(Rasakanlah) Langit, hujan,
Detak, hangat nafasku

(Rasakanlah)
Isyarat yang mampu kau tangkap
Tanpa perlu kuucap,
(Rasakanlah) Air, udara,
Bulan, bintang
Angin, malam,
Ruang, waktu, puisi

Itulah saja cara yang bisa
Untuk menghayatimu
Untuk mencintaimu

Sabtu, 04 Januari 2014

Aku rindu

Tiba-tiba aku rindu padanya.
Kepada dia yang kini berada di lain dunia.

Bagaimana aku bisa menyebrangi lautan untuk mengampirimu dan menyampaikan rasa rindu?
Jika nyatanya aku tak bisa berenang dan tak kokoh dari terjangan ombak?

Seketika aku mati rasa saat kau tinggalkan aku sendiri dan pergi tak meninggal jejak.
Bahkan menanyakan hatiku saja tidak pernah kau tengok tak peduli sebelum kepergianmu.
Lalu aku hanya bisa menyimpan kesedihan dengan senyuman, dan menahan rasa cemburu dari kepergianmu.
Kau hanya pergi begitu saja kemudian hilang musnah segala ingatan di kepala.

Bagaimana aku bisa begitu yakin bahwa kau adalah pilar yang akan menguatkanku berdiri tegak bersama.
Jika belum berdiri saja, bangunan ini sudahlah musnah lebih dulu.
Bagaimana aku bisa menunggu masa itu datang dengan segala harapanku. 
Jika nyatanya kau tak ada lagi disini dan tak ada hati.

Aku bahkan tak tahu apakah doaku sampai padamu.
Aku pun tak tahu apakah kau pantas ku tunggu hingga akhirnya kira bertemu kembali. Karna sesungguhnya air mataku telah habis dari kehilanganku.
Apakah aku masih bisa menunggu masa itu dengan segala harapan kosong?

Aku tak bisa mengatakan janji jika aku tak yakin dapat memenuhinya.
Tapi yang pasti, aku tak bisa lari dan membohongi hatiku bahwa aku merindukanmu.

Selamat berjumpa kembali di lain masa. 
Jika saja Tuhan berkehendak, disana kau pasti tau hatiku. 
Semoga kau selalu berada di tempat kau selalu berbahagia.

Senin, 30 Desember 2013

Arah mana yang akan kau telusuri kali ini, Kapten?


Tidakkah kau lelah mencari serangkaian alasan dari kebohongan yang kau rasa?
Sesungguhnya kau telah berlabuh di dermaga rumahmu yang telah kau nanti selama sekian masa.
Tidakkah kau lelah untuk terus kembali lagi mencari hal samar-samar dalam ganasnya samudra?
Kau bahakan tak menyempatkan untuk memakan sarapanmu dan segera pergi tak tentu penjuru.
Kau tak pernah tahu kemana kau akan pergi berlabuh dari setiap kepergianmu.
Yang kau inginkan hanya pergi dari kejujuran hati, mencari hal samar dalam imajinasimu.
Kau bahkan tak berkemas dan membawa bahan pangan, lalu mengapa kau selalu terburu-buru?
Ini dunia yang gelap sayang, bahkan cenayang-pun tak selalu tepat membaca masa depanmu
Jika suatu hari aku pergi dari rumah ini dan membawa semua kenangan, bisakah kau simpan seluruh harta karun ini?
Semua upaya dan peluh yang kita tanam dan berbunga layu ini kau simpan disisa waktumu?
Waktuku tak banyak untuk menanti dari setiap kepergianmu.
Aku tak bisa terus berdiri terpaku di beranda rumahku untuk terus menanti hadirmu.

Sabtu, 28 Desember 2013

Melepaskan yang tidak perlu di perjuangkan~

"Bagaimana bisa aku masuk ke dalam hati yang nyatanya sudah berpenghuni?

Meski penghuni itu hanyalah ilusi, yang masih saja dibawa dari masa-masa yang sudah terlewati.

Bagaimana bisa aku bersikeras untuk masuk, sedangkan pemilik kediaman tidak akan mempersilakan aku duduk?


Pada akhirnya nanti, aku akan sampai pada titik di mana aku harus bangun dari segala mimpi.

Pada akhirnya nanti, aku harus menyadari bahwa ada hal-hal yang telah disediakan namun bukan untuk aku miliki.

Pada akhirnya nanti, aku yang harus memilih untuk memperjuangkanmu hingga letih, atau mempersiapkan diri untuk kemudian pergi.

Pada akhirnya nanti, aku akan menemui saat-saat di mana sudah tidak memungkinkan lagi untuk memperjuangkan.


Bukankah tak ada artinya menunggu padahal kamu bukanlah untuk kutunggu?

Bukankah tidak mungkin aku memiliki sesuatu yang tidak diperuntukkan bagiku?


Ketika aku memutuskan untuk angkat kaki, itu artinya aku tidak ingin mempertahankan kamu lagi.

Ketika aku menganggap segalanya usai, itu artinya kamu bukan lagi sesuatu yang ingin aku gapai.

Mungkin kita bukanlah untuk saling mencari dan melengkapi.

Siapa tahu, kebahagiaanmu sudah Tuhan rancang di tangan orang lain.

Kebahagiaanku juga pasti sudah disediakan sebaik mungkin.


Aku melepas kamu sebagai hati yang ingin aku pilih, dan kuharap bisa membuatnya pulih.

Namun kini, aku membiarkan kamu untuk berlabuh ke manapun yang kamu mau.

Karena di titik ini, aku sudah dengan pasti mampu melepaskan dan merelakan.


Mari pergi dari titik ini, dan cari bahagia kita sendiri.


Aku melepaskan, supaya ia yang sedang datang menujuku dapat menemukan jalannya yang sudah ditentukan.

Dialah jodoh yang telah ditentukan-NYA.

Insya Allah."


Jumat, 27 Desember 2013

Perempuan itu lebih kuat!

Perempuan itu sering menangis. Sering disakiti. Dan sering pula di rendahkan dan dilupakan. Tapii.. Perempuan masih bisa mempunyai kesabaran ekstra, masih bisa mempunyai kelembutan, dan bisa membawa beban beratnya dunia. Mereka masih dapat melengkapi hidupnya meski sendirian. Merekapun masih bisa mengkontrol suatu keadaan dengan lembut, tegas, tapi tidak bermain kasar.

Mereka bisa menunggu berjam-jam, berhari-hari, atau kian tahun untuk memastikan segalanya berjalan dengan baik dan tidak ada kesedihan pada setiap orang di sekitarnya. Mereka tidak akan tidur lebih dulu untuk memastikan orang tersayang pulang dengan selamat meski malam sudah berlalu berganti pagi lagi. Hati perempuan itu seperti sutra yang halus, meskipun berkali-kali ada saja yang merusak hatinya, mereka mampu merajut kembali meski tak pernah baik seperti semula.

Mereka dapat sakit hati saat di tinggalkan, dan berjuang sendirian menghadapinya. Tapi saat yang meninggalkan kembali untuk mencari bahunya. Mereka akan selalu ada memberi peneduh dan kenyamanan meski tahu mungkin akan berulang kembali. Mencoba peka meski orang sering menyakitinya. Mereka membutuhkan laki-laki untuk menuntun nya dan menjadi pemimpin. Tapi mereka akan selalu siap berada di sampingnya jika laki-laki itu jatuh. Ia akan terus berada di sampingnya menemani meski sering di anggap seakan tidak ada.

Perempuan akan selalu menemani sulitnya meraih kesuksesan dari tak-berada hingga mempunyai segalanya agar tahu bagaimana caranya mencapai kebahagiaan dan kesuksesan. Mereka tidak perlu berteriak untuk di dengar. Hanya akan tersenyum dengan duduk manis sambil bicara pelan untuk mencari titik permasalahan dan menyelesaikan, tanpa perlu menghakimi. Tapi memberi jalan keluar dengan tenang dan hangat.

Perempuan tak perlu mempunyai banyak alasan untuk menyayangi dan mencintai orang sekitarnya. Karena melihat sekitarnya bahagia ada kebahagiaannya pula, itu adalah tanda cintanya yang dalam. Mereka seringnya tidak memikirkan dirinya sendiri tapi sibuk dengan lingkungannya. Mereka mungkin hanya diam, tapi tidak berarti pasrah dan tak berdaya. Sejauh-jauhnya mereka, doanya selalu dekat, pengawasannya selau ada tak terkait dengan batasan waktu. Doanya tak pernah lepas meski harus sambil menangis memohon terbaik untuk kebaikan setiap orang tersayang di sekitarnya.